Batam

Lion Air Dan Ilham Habibie Bangun Fasilitas Perawatan Di Batam

Batam – Lion Air akan membangun hangar perbaikan dan perawatan pesawat atau yang biasa disebut Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di kawasan Bandara Hang Nadim, Batam. Hanggar perawatan ini akan menempati area 4 hektar dengan investasi awal sekitar US$ 300 juta. Direncanakan, 8 pesawat sekelas Boeing 737 akan mampu ditampung di dalam hangar perawatan ini.

Lion Air dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menandatangani kesepakatan pendirian tersebut pada hari Selasa (02/04) di Batam. Penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal yang ditandatangani pada 28 Oktober 2011 lalu antara Presiden dan CEO Lion Air Group, Rusdi Kirana dan Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja.

“Lion Air mendapatkan area sebesar 4 hektar, tapi bisa 12 hektar lagi,” ujar Dwi Djoko Wiwoho, Direktur Pelayanan Satu Pintu BP Batam.

Sebelumnya, saat penandatangan kontrak pembelian pesawat Airbus A320 di Toulouse Perancis, Rusdi Kirana mengatakan bahwa Lion Air akan membangun fasilitas MRO seluas 16 hektar. Sebesar 4 hektar ditargetkannya akan beroperasi pada pertengahan tahun ini. Ia mengatakan bahwa fasilitas MRO tersebut akan merawat seluruh pesawat yang berada di bawah kendali Lion Air, termasuk milik Malindo Air.

BP Batam mengalokasikan lahan seluas hingga 100 hektar untuk pembangunan fasilitas MRO, dimana badan ini berharap 6 – 8 perusahaan akan membuka fasilitas MRO di bandara ini.

Selain Lion Air, PT Ilthabi Rekatama milik Ilham Habibie, putra mantan presiden Habibie, juga  akan membangun hangar perawatan pesawat di Batam. Penandatanganan kesepakatan antara perusahaan ini dengan BP Batam akan dilakukan pada bulan Mei mendatang.

Dalam membangun fasilitas MRO ini, Ilham Habibie akan berpartner dengan PT Arzaq Power Indonesia, dimana hingga saat ini nilai investasi maupun luas area yang akan dibangun masih belum diketahui.

Hang Nadim Airport merupakan bandara dengan landasan terpanjang di Indonesia, yaitu sepanjang 4.000 meter, yang mampu didarati oleh pesawat mega jumbo Airbus A380. Hanya saja, wilayah udara Batam hingga saat ini masih berada di bawah kendali radar Singapura.

photo : rinaldi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


+ one = 6

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WpCoderX